
Jakarta, Selasa (8/7/2025) — Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam lanskap ekonomi dan keuangan syariah global. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025, Indonesia berhasil mempertahankan posisinya sebagai negara peringkat ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI), setelah Malaysia dan Arab Saudi. Peringkat ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inovatif dan inklusif di tengah tantangan global.
Indonesia menunjukkan kinerja yang baik terutama dalam sektor modest fashion yang menempati peringkat pertama. Tidak hanya itu, Indonesia juga menjadi negara tujuan utama investasi halal, dengan mencatatkan 40 transaksi investasi senilai US$ 1,6 miliar, tertinggi secara global mengungguli Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Selanjutnya, SGIE 2024/25 juga mencatat bahwa pengeluaran konsumen Muslim dunia mencapai US$ 2,43 triliun di tahun 2023, dan diproyeksikan tumbuh menjadi US$ 3,36 triliun pada 2028. Sementara itu, aset keuangan syariah global mencapai US$ 4,93 triliun, dengan Indonesia terus memperkuat posisinya melalui inovasi teknologi dan kebijakan strategis nasional.
Untuk memperkokoh pengembangan ekonomi Islam di Indonesia, Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) akan bertransformasi menjadi Badan Ekonomi Syariah.
“Insya Allah Komite Nasional akan bertransformasi sebentar lagi menjadi Badan Ekonomi Syariah, Insya Allah tidak akan lama lagi. Pak Presiden sudah bicara dengan saya, kita bicara di akhir bulan ini, sehingga ini akan mempercepat prosesnya,” ungkap Wapres Ke-13 dalam sambutannya pada agenda Global Launch The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025 di Jakarta, Selasa (8 Juli 2025).
Sejalan dengan pencapaian di tingkat nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah. Melalui pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) serta kolaborasi lintas sektor, Jawa Barat telah meluncurkan berbagai program strategis yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Inisiatif tersebut mencakup penguatan UMKM berbasis halal, pengembangan ekonomi pesantren, pendirian kawasan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, serta pemberdayaan ekonomi umat di wilayah pedesaan.
Pencapaian Jawa Barat dalam ajang Adinata Syariah Tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa inovasi dan keseriusan dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah terus dikembangkan. Melalui semangat kolaboratif dan visi jangka panjang, Jawa Barat siap melangkah lebih jauh sebagai motor penggerak serta simpul utama ekonomi dan keuangan syariah nasional dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global.
Penulis: KDEKS



